• Sabtu, 30 September 2023

Rugikan Negara Senilai Rp900 Juta Lebih, Kejari Tetapkan Mantan Kepala Disperindag Cilegon Tersangka Korupsi P

- Selasa, 9 Mei 2023 | 19:35 WIB
Dua dari tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi Pasar Rakyat Grogol saat digelandang Kejari ke Mobil Tahanan (Takin)
Dua dari tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi Pasar Rakyat Grogol saat digelandang Kejari ke Mobil Tahanan (Takin)

FAJARBANTEN.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon tetapkan 3 orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pembangunan Pasar Rakyat Grogol tahun anggaran 2018, Selasa 09 Mei 2023.


Ketiga tersangka tersebut yakni TDM yang merupakan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Cilegon tahun 2018, BA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), serta SES selaku pihak swasta dalam pengerjaan pembangunan Pasar Rakyat Grogol.

Ketiga tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi usai dimintai keterangan oleh pihak Kejari Cilegon terkait pembangunan Pasar Rakyat Cilegon tahun anggaran 2018 dan langsung dimasukan ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Serang.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Cilegon, Muhammad Anshari yang ditemui di Kantor Kejari Cilegon mengatakan, Tim Penyidik pada Seksi Tindak Pidana Khusus telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi terkiat kasus tersebut.

"Sesuai dengan surat perintah penyidikan kami, surat perintah yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon. Dari hasil penyidikan, didapatkan bukti permulaan yang patut untuk menetapkan tiga orang tersangka  yaitu saudara inisial TDM yang pada saat itu menjabat selalu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon tahun 2018 dan juga selaku pengguna anggaran, kemudian yang kedua kami juga menetapkan saudara dengan inisal BA selaku pejabat pembuat komitmen atau PPK, yang ketiga kami juga menetapkan saudara SES selaku pihak swasta dalam kegiatan pembangunan Pasar Rakyat Grogol tahun anggaran 2018," kata Anshari kepada wartawan.

Anshari menjelaskan, kasus tersebut berawal dari adanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015 sampai dengan 2019 sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 2 Tahun 2019 yang sasaran yakni perdagangan dalam negeri dalam rangka meningkatkan aktivitas perdagangan domestik yang salah satunya adalah terbangunnya 5.000 pasar dari tahun 2015-2019 di seluruh Indonesia.

"Kota Cilegon sendiri pada tahun 2018 itu salah satunya ada mendapatkan alokasi untuk pembangunan Pasar Rakyat Grogol dengan alokasi sebesar Rp2 milyar," ujarnya.

Di mana, lanjut Anshari, untuk mendapatkan alokasi yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik penugasan tersebut, tersangka TDM yang saat itu menjabat sebagai Kepala Disperindag Kota Cilegon, telah mengajukan proses perencanaan permohonan pengusulan alokasi dana kepada Kementerian Perdagangan tanpa adanya studi kelayakan dan tidak sesuai dengan ketentuan teknis pembangunan pasar rakyat yang termuat dalam Perpres Nomor 5 tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik.

"Juga tidak sesuai dengan peraturan Mendag tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan, beserta petunjuk operasional standar teknis kegiatan bidang pasar," tuturnya.

Selain itu dijelaskan, pembangunan fisik Pasar Rakyat Grogol tersebut diberikan oleh tersangka BA selaku PPK kepada CV Edo Putra Pratama dengan nilai kontrak sebesar Rp1.808.467.000.

Namun, lanjut Anshari, pada faktanya, CV Edo Putra Pratama seharusnya tidak layak menang tender karena tidak memenuhi syarat kualifikasi yang telah ditentukan.

"Bahkan terdapat dokumen yang palsu atau dipalsukan untuk memenuhi syarat kualifikasi yang telah ditentukan. Kemudian tersangka TDM selaku pengguna anggaran dan tersangka BA selaku PPK telah secara melawan hukum dan atau menyalahgunakan kewenangannya menyetujui pembangunan Pasar Rakyat Grogol dilaksanakan oleh pihak yang bukan merupakan personel sebagaimana tersebut dalam kontrak," jelasnya.

Anshari juga mengatakan, setelah dilakukan penilaian oleh penyidik melalui penilaian ahli jasa konstruksi yang independen, didapat kesimlulan bahwa bangunan Pasar Rakyat Grogol tersebut dinyatakan tidak dapat difungsikan dan tidak dapat dipakai atau terjadi kegagalan bangunan.

"Dikarenakan terhadap tersangka TDM maupun tersangka BA dan SES memenuhi syarat alasan objektif maupun subjektif penahanan, serta demi memperlancar proses penyidikan, maka terhadap tiga orang tersangka tersebut dilakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Serang selama 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini 9 Mei 2023," ungkapnya.

Atas dugaan tindak pidana korupsi tersebut, ketiga tersangka telah merugikan keuangan negara yang ditaksir sebesar Rp966.707.011.(Takin)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

X