• Rabu, 27 Oktober 2021

Polres Lebak Gagalkan Penyelundupan 2.100 Benur

- Kamis, 16 September 2021 | 20:02 WIB
Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono saat press conference  (Humas Plres Lebak)
Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono saat press conference (Humas Plres Lebak)

 

fajarbanten.com - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lebak berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster (benur) di wilayah hukum Polres Lebak pada Rabu 15 September 2021 pukul 09.00 WIB.

AD (38), Warga Kecamatan Bayah, berhasil diamankan unit Tipidter Satreskrim Polres Lebak ketika hendak menyelundupkan benur ke wilayah Sukabumi.

Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono dalam press conferencenya mengatakan, unit Tipidter Sat Reskrim Polres Lebak telah berhasil menggagalkan benih benur atau baby lobster yang terjadi di daerah hukum Polres Lebak.

"Satu orang inisial AD, (38) Warga Kecamatan Bayah yang diduga kurir diamankan dan dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti sebanyak 2100 (dua ribu seratus) baby lobster yang terdiri dari 1.300 baby lobster jenis pasir, 800 jenis mutiara, satu buah sepeda motor dengan nopol F-3931-VM dan satu buah tas punggung warna hitam," kata Indik, Rabu malam (15/09/2021) saat press conference

Masih kata Indik, pelaku AD diamankan di Jalan Raya Bayah-Sawarna, Kampung Pulomanuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah ketika akan menyelundupkan baby lobster ke wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Satu ekor baby Lobster jenis mutiara, lanjut Indik, di jual seharga Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah) sedangkan, satu ekor baby lobster jenis Pasir di jual seharga Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).

"Selama dua bulan terakhir pelaku sudah 8 (delapan) kali menyelundupkan baby lobster ke wilayah Sukabumi. Pelaku mengambil baby lobster dari para nelayan di perairan laut Bayah, Lebak," ujar Indik seraya menambahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

AD dijerat Pasal 88 jo 16 ayat (1) dan atau pasal 92 jo 26 ayat (1) UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan juga telah diubah dengan UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1,5 miliar.(Ajat)

Halaman:

Editor: Badrudin

Tags

Terkini

Peringati HSN 2021, Pemkab Lebak Gelar Sapa Santri

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:45 WIB

Dinkes Lebak Gelar Vaksinasi Covid-19 di Tiap Desa

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:39 WIB

Warga Desa Cisuren Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:52 WIB

Ratusan Warga ikuti Vaksinasi di Mapolsek Malingping

Selasa, 19 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Polsek Bayah Intens Gebyar Vaksinasi Massal

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:15 WIB

Bupati Lebak Resmikan Gedung UDD PMI

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:24 WIB

23 Rumah Warga Baduy Dilalap si Jago Merah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 04:14 WIB

Polsek Malingping Himbau Masyarakat Patuhi Prokes

Kamis, 14 Oktober 2021 | 04:04 WIB

IKWAL Rayakan Milad ke Satu di Pantai Bagedur

Kamis, 14 Oktober 2021 | 04:01 WIB

Polsek Malingping Perketat Pengamanan Mako

Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:36 WIB

Festival Seni Multatuli 2021 Resmi di Tutup

Senin, 11 Oktober 2021 | 13:00 WIB
X