• Rabu, 27 Oktober 2021

Kondisi Kesehatan Atlet Banten Prima

- Kamis, 16 September 2021 | 20:55 WIB
Dokter dan tenaga kesehatan Kontingen Banten mengecek dan mempersiapkan obat-obatan yang akan dibawa ke PON XX Papua, di Sekretariat KONI Banten,  Rabu (15/9). (Humas KONI Banten)
Dokter dan tenaga kesehatan Kontingen Banten mengecek dan mempersiapkan obat-obatan yang akan dibawa ke PON XX Papua, di Sekretariat KONI Banten, Rabu (15/9). (Humas KONI Banten)

 

fajarbanten.com - Dua minggu jelang berlaga di PON XX Papua, kesehatan fisik atlet Banten diyakini dalam kondisi prima. Meski ada beberapa keluhan, kondisi itu diyakini tidak mengganggu kesiapan atlet berjuang demi Banten Gemilang di Papua 2-15 Oktober nanti.

Menurut Koordinator Tim Medis Kontingen Banten Budhy Adriskanda menjelaskan, semua tahapan kesehatan atlet sudah dijalankan jelang keberangkatan ke Papua. Sejak Maret lalu, telah dilakukan upaya vaksinasi terhadap 261 atlet dan 127 ofisial.

"Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Banten, semua atlet dan ofisial sudah divaksin dua kali di RSUD Banten. Hanya kurang dari lima orang yang tidak bisa divaksin karena punya komorbid. Itupun ofisial, bukan atlet," kata Budhy.

Selain jadi kewajiban untuk tampil di PON XX, upaya vaksinasi diyakini Budhy membuat rasa percaya atlet meningkat saat menjalani latihan di tengah pandemi.

Tim kesehatan Kontingen Banten menuju PON XX yang dipimpin Budhy berisi 2 orang dokter lain dan 3 orang perawat. Selain mendampingi kontingen ke Papua, para dokter juga melayani konsultasi kesehatan atlet selama Pelatda di cabang olahraganya masing-masing.

"Karena menjadi persyaratan penerbangan dan imbauan dari Panitia PON XX, kami juga dibantu Dinkes Banten untuk melakukan tes PCR terhadap anggota kontingen sehari sebelum berangkat," ujarnya lagi.

Terkait antisipasi penyakit malaria,
Budhy menjelaskan, Kementerian Kesehatan mengeluarkan aturan pencegahan dilakukan apabila kita berasal dari wilayah endemis malaria masuk ke Papua. Karena Banten bukan daerah endemis malaria maka tidak ada pencegahan yang menggunakan obat maupun suntikan sebelum berangkat ke Papua.

"Nah, pencegahan baru dilakukan apabila kita sudah di Papua, tapi bukan dengan minum obat atau disuntikkan. Tapi dengan upaya fogging di tempat akomodasi dan sekitarnya, memakai lotion anti gigitan nyamuk, tidur memakai kelambu, lalu memakai pakaian training lengan panjang, tidak bepergian keluar hotel bila tidak perlu dan antisipasi cepat apabila kita merasakan indikasi malaria," papar Budhy.

Halaman:

Editor: Badrudin

Tags

Terkini

Peringati HSN 2021, Pemkab Lebak Gelar Sapa Santri

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:45 WIB

Kapolres Cilegon Dampingi Giat Baksos Akabri 98

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:26 WIB

DEMA STAISMAN Gelar Bedah Film Sang KIAI

Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:18 WIB

Bupati Pandeglang: MUI Garda Terdepan Pembinaan Umat

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:46 WIB

Pecah Telor, Bank Banten Raih Rp 696 Miliar

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:20 WIB
X