• Rabu, 27 Oktober 2021

RSAW Peduli Kesehatan Mata Driver Ojol dan Nakes

- Kamis, 16 September 2021 | 22:13 WIB
Direktur RSAW dr.Moh.Badrus Sholeh,M.Kes (kiri) mendampingi Direktur MPZ Ust Ahmad Kosasih memberikan bantuan kepada driver ojol Kota Serang. Kamis 16 September 2021 (Yogi)
Direktur RSAW dr.Moh.Badrus Sholeh,M.Kes (kiri) mendampingi Direktur MPZ Ust Ahmad Kosasih memberikan bantuan kepada driver ojol Kota Serang. Kamis 16 September 2021 (Yogi)

fajarbanten.com – Selama masa pandemi ini, bukan hanya para pekerja kantoran, pelajar dan mahasiswa yang dituntut belajar secara daring (online-red) berhadapan dengan layar handphone atau komputer yang tentunya bisa mengakibatkan kelelahan pada mata sebagai indra utama dalam bekerja.

Para driver ojek online, angkot, bus dan truk juga terkena dampaknya karena harus selalu ‘melek’ saat bertugas dan tentunya membuat otot mata lelah bahkan mata merah atau yang lebih parah lagi infeksi yang bisa mengakibatkan kebutaan jika tidak diatasi sejak dini.

“Begitu juga dengan nakes (tenaga kesehatan -red) yang meruakan garda terdepan penanganan Covid-19 dan selalu berhadapan dengan laporan-laporan medis baik secara fisik maupun komputerisasi yang bisa kelelahan dan menurunnya fungsi mata,” terang Direktur RSAW dr. Moh. Badrus Sholeh saat membuka Myopia Screening Center, Kamis 16 September 2021.

Dikatakannya, hal ini lah yang mendorong Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) Serang untuk memberikan apresiasi berupa bantuan kepada Nakes dan para driver berupa Pemeriksaan Mata Gratis setiap harinya dan 1000 kacamata gratis untuk menunjang pekerjaan para driver dan nakes ini.

RSAW juga meluncurkan program Tebus Murah Kacamata bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan namun tidak memiliki dana cukup.

RSAW bekerja sama dengan optik di Rumah Sakit dan MPZ dalam hal ini. Dimana selama ini masih ada paradigma di masyarakat bahwa kacamata itu mahal.

“Kami ingin memberikan pengertian bahwa mahalnya kacamata masih lebih murah dari kesehatan mata yang didapat. Masyarakat bisa memilih kacamata yang disukai dan bisa disubsidi dari rumah sakit,” jelas Badrus.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Ustad Ahmad Kosasih bahwa besaran subsidinya mencapai 80 persen dari harga kacamata pasaran. 

“Jadi misalnya harga kacamata 1 juta, kami berikan subsidi 80 persen berarti 800 ribu, masyarakat hanya perlu membayar sebesar 200 ribu saja untuk menebus kacamata yang diinginkan,” jelas Ahmad Kosasih.

Halaman:

Editor: Badrudin

Tags

Terkini

X