• Rabu, 27 Oktober 2021

Akan Menikah, 8 Anggota Polres Pandeglang di Tes Ngaji

- Sabtu, 25 September 2021 | 02:22 WIB
Delapan anggota polres Pandeglang mulai menjalani sidang pra nikah salah satunya tes mengaji dari badan pembantu penasehat perkawinan Perceraian dan rujuk. Jumat 24 September 2021 (Iman)
Delapan anggota polres Pandeglang mulai menjalani sidang pra nikah salah satunya tes mengaji dari badan pembantu penasehat perkawinan Perceraian dan rujuk. Jumat 24 September 2021 (Iman)

fajarbanten.com - Delapan anggota Polisi yang berdinas di Polres Pandeglang, mulai menjalani sidang pra-nikah dari Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk (BP4R), salah satunya dengan di tes mengaji atau membaca ayat Suci Alquran, di Aula Mapolres Pandeglang, Jumat 24 September 2021.

Bertindak sebagai pimpinan sidang BP4R Waka Polres Pandeglang Kompol Rahmat Sampurno didampingi Kabag Ops Polres Pandeglang Kompol Yogie, Kabag SDM Polres Pandeglang Kompol Abul Mafahir dan Kasi Propam Polres Pandeglang IPTU Zulhamdi Ampera, serta pengurus Bhayangkari dan orang tua dari masing-masing calon.

Waka Polres Pandeglang Kompol Rahmat Sampurno mengatakan, bahwa sidang BP4R adalah untuk pemberian izin nikah pada anggota Polri yang akan melaksanakan pernikahan.

Soalnya, kata dia, sidang pra-nikah wajib dilaksanakan bagi seluruh anggota Polri beserta calon pasangannya yang akan melangsungkan pernikahan karena merupakan syarat yang harus dipenuhi.  

"Dilakukan tes ngaji merupakan bagian dari rumah tangga dan tolong hadirkan Al-Qur'an ditengah keluarga ini agar selalu mendapatkan keberkahan," kata Rahmat.

Selain itu, sidang ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan anggota Polri dan pasangan wanitanya untuk melakukan pernikahan.

“Sidang ini untuk pemberian izin nikah dari pimpinan kepada setiap anggota Polri yang akan melaksanakan pernikahan. Sidang ini wajib dilaksanakan bagi seluruh anggota beserta calon pasangannya, karena merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh kedua calon untuk kelengkapan berkas pengajuan pernikahan di KUA,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata Rahmat, pada kegiatan tersebut dihadirkan kedua orangtua dari masing-masing calon. Hal tersebut dimaksudkan agar para orangtua mengetahui dan memberikan persetujuan kepada putra dan putrinya yang akan melaksanakan pernikahan dengan pasangannya masing-masing. 

"Dalam proses sidang ini para calon suami istri diberikan nasihat, pembinaan dan pegertian tetang harus saling menghargai dalam membina keluarga dan juga sebagai istri nantinya harus mendukung tugas-tugas suami," ucapnya.(Iman)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

DEMA STAISMAN Gelar Bedah Film Sang KIAI

Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:18 WIB

Bupati Pandeglang: MUI Garda Terdepan Pembinaan Umat

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:46 WIB

Senjata Api Anggota Polsek Cibaliung Diperiksa

Senin, 4 Oktober 2021 | 13:48 WIB
X