Korupsi Dana Desa Rp 418 Juta, Mantan Kades Sodong dan Anaknya Ditahan

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 15:02 WIB
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers. Rabu 27 Oktober 2021. (Iman)
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers. Rabu 27 Oktober 2021. (Iman)

fajarbanten.com - Terbukti melakukan korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 sebesar Rp 418 juta. Mantan Kepala Desa (Kades) Sodong, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang berinisial SJ (54) dan anaknya YP (29) selaku Kepala Urusan Keuangan Desa Sodong, keduanya ditetapkan tersangka dan ditahan di Mako Polres Pandeglang setelah hasil penyidikan dan pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Pandeglang.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga saat memimpin jumpa pers mengatakan, bahwa modus yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan mengurangi jumlah volume bangunan serta tidak menyalurkan beberapa dana desa.

"Untuk modus yang dilakukan kedua tersangka, yakni mengurangi jumlah bahan dan keuangan dalam pelaksanaan pembangunan di desa yang bersifat fisik tersangka juga tidak menyalurkan beberapa dana yang seharusnya sudah diajukan untuk bidang pemberdayaan Rp 20 juta, Bidang Pembinaan Rp16,2 juta dan penyertaan modal BUMdes Rp 50 juta," jelas Shinto, Rabu 27 Oktober 2021.

Menurut Shinto, tersangka YP selaku Kaur Keuangan awalnya mengajukan Desa Desa sebesar Rp 772 juta. Tetapi, pada pelaksanaannya di lapangan hanya digunakan sebesar Rp 354 juta, sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan pribadi kedua tersangka.

"Dari hasil korupsi sebesar Rp 418 juta digunakan bukan untuk keperluan Desa tetapi untuk kepentingan pribadi kedua tersangka. Jumlah Rp 418 juta itu sesuai hasil audit kerugian negara dari BPKP," katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Maulidi mengatakan, kedua tersangka ditetapkan pada Agustus 2021 melalui Surat Penetapan Tersangka Polres Pandeglang bernomor STAP/55/VII/2021/Reskrim tentang penentuan status tersangka.

"Sebelum ditangkap, SJ sempat mencalonkan diri kembali sebagai Kepala Desa Sodong, namun kalah dari saingannya Sofyan Rizqi pada Pilkades serentak yang digelar pada Minggu 17 Oktober 2021 kemarin," tuturnya.

Kata dia, atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Kalau untuk ancaman pidana maksimal selama 20 tahun kurungan penjara," ujarnya.(Iman)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

PLN Gandeng BUMDes Manfaatkan FABA di Pandeglang

Jumat, 17 Juni 2022 | 17:08 WIB
X