• Senin, 24 Januari 2022

UMK 2022 Lebak Diusulkan Naik 0,80 Persen

- Senin, 22 November 2021 | 14:59 WIB
 Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, Iwan Sutikno. (Ajat)
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, Iwan Sutikno. (Ajat)

fajarbanten.com - Berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Lebak untuk tahun 2022 diusulkan naik 0,80 persen.

Sehingga, UMK Lebak untuk tahun 2022 naik menjadi Rp 2.773.590 yang sebelumnya Rp 2.751.313.

“Rapat dihadiri oleh Pemerintah yang diwakili Dinas Tenaga Kerja, unsur akademisi, BPS, Apindo dan serikat buruh sepakat UMK Lebak 2022 mengusulkan kenaikannya 0,80 persen," kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak, Iwan Sutikno kepada wartawan diruang kerjanya, Senin 22 November 2021. 

Iwan mengatakan, dalam rapat berlangsung pekan yang lalu di Kantor Disnaker Lebak.

Adapun alasan UMK Lebak tahun 2022 naik hanya 0,80 persen dan tidak mengikuti anjuran Nasional sebesar satu persen atau lebih, karena hasil hitungan angka inflasi dan PDB (Produk Domestik Bruto) turun drastis akibat pandemi Covid-19 yang berimbas pada semua sektor termasuk industri.

“Disinilah peran pemerintah untuk menengahi yang akhirnya disepakati berdasarkan angka inflasi dan PDB (Produk domestik bruto). Berita acara kemudian ditindak lanjuti diserahkan ke bupati dan sudah disepakati dan ditandatangan. Kemudian kita dilaporkan ke Gubernur Banten,” ungkap Iwan.

Lanjutnya, imbas dari pandemi Covid yang sudah dirasakan sejak Maret 2020 lalu, dari 252 perusahaan yang ada di Lebak, sudah tiga perusahaan yang tutup. Sedangkan karyawan yang dirumahkan lebih dari 900 orang dari sembilan perusahaan.

Ratusan karyawan yang dirumahkan tersebut dengan perjanjian, bila mana nanti buka kembali mereka akan kembali dipekerjakan.

"Saat ini pandemi Covid sudah mulai melandai, mudah-mudahan perekonomian dan industri mulai bangkit, sehingga karyawan yang dirumahkan dapat kembali dipanggil kerja," ujarnya.

Hendrik, seorang buruh yang bekerja di Pabrik sepatu di Citeras menyayangkan keputusan dewan pengupah Lebak kenaikan UMK hanya 0,80 persen saja.

Hal tersebut dinilai tidak selaras dengan Kabupaten dan kota lain di Banten. Pasalnya, UMK Lebak selama ini selalu menjadi yang terendah dibanding kabupaten yang ada di Banten.

"Iya jelas, kesepakatan tersebut tidak sejalan dengan harapan buruh, apa bisa mereka menjamin tahun depan semua kebutuhan hidup termasuk listrik tidak naik, harusnya pemerintah melihat ke situ," ucap Hendrik.(Ajat)

Halaman:
1
2

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Pengusaha Banten Beri Bantuan Kepada Korban Gempa

Senin, 17 Januari 2022 | 16:18 WIB

Bupati Ajak Travel Agent lkut Promosikan Lebak

Jumat, 7 Januari 2022 | 11:36 WIB

111 Pejabat Struktural Pemkab Dilantik

Jumat, 24 Desember 2021 | 16:16 WIB

Polsek Malingping Galakan Vaksinasi Covid 19

Kamis, 23 Desember 2021 | 16:26 WIB

Polsek Muncang Gelar Gebyar Vaksinasi

Kamis, 16 Desember 2021 | 16:13 WIB

BIN Banten Gelar Vaksin Ratusan Santri Ponpes Al-Hikam

Kamis, 16 Desember 2021 | 15:20 WIB
X