• Jumat, 7 Oktober 2022

Ketersediaan Obat Sempat Menipis, Pelayanan RSUD Berkah Tetap Normal

- Kamis, 23 Desember 2021 | 13:13 WIB
irektur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, dr Kodiat Juarsa  (Iman)
irektur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, dr Kodiat Juarsa (Iman)

FAJARBANTEN.COM- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, dr Kodiat Juarsa memastikan pelayanan pasien di RSUD normal atau tidak ada kendala dengan obat-obatan. Tetapi dr. Kodiat tidak menampik stok obat sempat menipis karena faktor teknis seperti adanya peningkatkan penggunaan obat selama pandemi Covid-19 serta proses penyediaan obat lewat suplayer yang memerlukan waktu.

“Semua RSUD itu sudah punya SOP (Standar Operasional Prosedur) ketika menghadapi situasi-situasi tertentu termasuk disaat persediaan obat menipis. Jadi jangan khawatir, pelayanan tetap normal,” kata dr Kodiat dalam siaran persnya, Rabu 22 Desember 2021.

Untuk itu, dr Kodiat meminta pasien tidak perlau khawatir tidak mendapatkan pelayanan yang baik. “Sekali lagi tidak ada kelangkaan obat. Kalau ketersediaan obat menipis ya itu benar. Misalnya kami perlunya 100 persen saat ini tapi yang ada hanya 50 persen saja karena pengadaannya perlu waktu," jelasnya.

Untuk menutupi obat yang menipis lanjut dr.Kodiat, kami juga sudah ada SOP serta dua strategi dalam penangana hal tersebut, "Yang pertama, kami sudah MoU dengan apotik mitra RSUD agar masyarakat tetap mendapatkan obat secara gratis, yang kedua, jika di apotek mitra sedang kosong, kami ada mekanisme penggantian pembayaran reimbeurse, yang nantinya kwitansi pembelian bisa ditukar dengan uang sejumlah pembayaran yang tertera dalam kwitansi,” tuturnya.

Menurut Direktur RSUD, selama kasus positif Covid-19 meningkat di awal hingga pertengahan 2021, RSUD Pandeglang terkena imbas dimana penggunaan obat bertambah. Menurutnya, pasien dengan gejala Covid-19 rata-rata memilik penyakit penyerta dan harus ditangani segera.

“Selain diobati covidnya, pasien juga dapat pengobatan penyakit penyertanya dan biayanya ditangung RSUD atau pemerintah. Biaya yang dihabiskan pasien itu lalu diklaim ke Kemenkes dan butuh waktu untuk cair,” tuturnya.

Pasca kasus Covid-19 melandai kata dr Kodiat, tingkat kunjungan ke RSUD juga ikut sepi tak terkecuali pasien yang datang dengan penyakit non Covid-19.

“Pendapatan RSUD sempat anjlok karena pasien yang minim ditambah petugas banyak yang isolasi mandiri. Nah semua kendala ini akibat pandemi yang memang berdampak sistemik. Tapi sekarang sudah mulai kembali normal. *Sekali lagi tidak ada kelangkaan obat hanya persediaan atau stok yang menipis,” ujarnya.(Iman)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Yanadi, Akan Pimpin PWI Pandeglang Periode 2022-2025

Kamis, 29 September 2022 | 17:37 WIB

GP Ansor Pandeglang Gelar Susbalan

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:15 WIB

Kacab BRI Pandeglang di Periksa Kejari

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:36 WIB
X