• Senin, 23 Mei 2022

Megathrust Ancam Selat Sunda, Deputi Bidang Geofisika : Petakan Potensi Rawan Bencana

- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:29 WIB
deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi  saat sosialisasi Kepada pemerintah daerah, di Pendopo Pandeglang, Selasa 25 Januari 2022. (Iman)
deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi saat sosialisasi Kepada pemerintah daerah, di Pendopo Pandeglang, Selasa 25 Januari 2022. (Iman)

FAJARBANTEN.COM – Dalam menghadapi ancaman megathrust 8,7 Magnitudo di Selat Sunda, Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan sosialisasi Kepada pemerintah daerah, di Pendopo Pandeglang, Selasa 25 Januari 2022.

Menurut deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suko Prayitno Adi, Gempa bermagnitudo 6,6 yang terjadi di Banten Selatan pada 14 Januari 2022 dapat menjadi pembelajaran untuk kesiapan mitigasi bencana. Untuk itu, kata dia, dalam kondisi saat ini pihaknya mengingatkan untuk di setiap kecamatan agar disediakan peta potensi rawan bencana guna mengetahui daerah mana saja yang kiranya berpotensi adanya bencana alam Tsunami.

“Saya minta tolong kepada Muspika agar berperan aktif untuk membuat peta-peta tersebut dan jangan ragu bapak dan ibu untuk berkomunikasi kepada tim kami sekecil apapun informasi sampaikan saja. Selain itu kami dari BMKG menyediakan aplikasi mobile berbasis Android dan iOS tentang Informasi cuaca maupun informasi potensi bencana bagi masyarakat,” tuturnya.

Kata dia, Potensi bencana memang ada, namun tidak perlu khawatir dengan adanya bekal pelatihan yang dimiliki.

"Sehingga kita sudah siap untuk menghadapi, apa bila bencana terjadi sehingga meminimalisir adanya korban," ucapnya.

Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, untuk mengantisipasi adanya potensi gempa bumi dan tsunami pihaknya sering membuat latihan Evakuasi setiap Senin, apabila kejadian tersebut benar terjadi bisa meminimaliisir adanya korban jiwa.

“Kegiatan ini tidak lain dan bukan untuk melatih agar supaya warga tidak panik dan paham harus berbuat apa apabila terjadi bencana gempa ataupun tsunami. Wilayah yang terdampak gempa bumi cukup banyak yakni wilayah Kecamatan Sumur itu tidak ada Shelter Tsunami, kedepan alangkah baiknya untuk bisa merencanakan anggaran pembangunan shelter diwilayah tersebut,” ujarnya.(Iman)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Kejari Pandeglang Bagi-bagi Takjil Bareng Wartawan

Kamis, 14 April 2022 | 12:35 WIB
X