• Kamis, 7 Juli 2022

Tradisi Lebaran, Keluarga Besar Buyut Bany Madawi-Rani Gelar Ziarah Bersama Ke Ki Masmuk Jombang Kali 

- Rabu, 4 Mei 2022 | 14:41 WIB
Keluarga besar Bany Madawi-Rani menziarahi kuburan leluhurnya (Buyut_Red), Ziarah ke kuburan leluhur ini sudah tradisi dilakukan. (Madsari)
Keluarga besar Bany Madawi-Rani menziarahi kuburan leluhurnya (Buyut_Red), Ziarah ke kuburan leluhur ini sudah tradisi dilakukan. (Madsari)

FAJARBANTEN.COM - Setiap daerah memiliki tradisi masing masing disaat perayaan hari besar keagamaan bagi ummat muslim yakni hari Raya Idul Fitri. Disetiap hari raya Idul Fitri ini, Keluarga besar Bany Madawi-Rani menziarahi kuburan leluhurnya (Buyut_Red), Ziarah ke kuburan leluhur ini sudah tradisi dilakukan.

Ziarah kubur (Buyut Bany Madawi-Rani) biasa dilakukan sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri, Tujuannya menjenguk leluhur yang lebih dulu telah mendahului kita dan untuk berkumpul keluarga besar serta handai taulan lainnya di kampung halaman. Jangan sampai ikatan keluarga atau persaudaraan ini dalam istilah kata jangan sampai mati obor.

Leluhur yang diziarahi ini adalah memiliki hubungan dalam ikatan pertalian keluarga seperti kakek buyut (dari Ibu/bapak) kakek (dari ibu/bapak) Orang tua, Paman dan makam keluarga yang bertalian.

Seperti yang dilakukan Ustadz Nurdiansyah alias Kang Udi sapaan akrabnya seorang warga jombang kali, Cilegon-Banten atau sang penggagas.

"Paska Ziarah biasa kita sajikan hidangan dengan makanan berkuah dari ketupat opor daging ayam dan masakan daging lainnya. Tanpa hidangan tersebut akan terasa hambar," Ujar Kang Udi.

Di acara kebesaran keagamaan (Hari Raya Idul Fitri_Red) Ketupat opor daging ayam paling sering dijumpai.

Makanan khas lainya di tanah Banten dihari raya Idul Fitri adalah Kue Gipang, Gipang ini dihidangkan saat menjamu keluarga yang datang silaturahmi ke rumah saat hari Lebaran tiba, dan moment ini biasanya berlangsung selama sepekan. (Mad Sari).

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

X