• Jumat, 2 Desember 2022

Pemkab Lebak Laksanakan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting

- Selasa, 7 Juni 2022 | 17:52 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso (Ajat)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso (Ajat)

fajarbanten.com- Menindaklanjuti hasil pertemuan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Banten pada tanggal 9 Maret 2022 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melaksanakan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting di Kabupaten Lebak dalam rangka Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting, bertempat di Hotel Bumi Katineung, Selasa, 07 Juni 2022.

Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso, dan dihadiri beberapa Kepala OPD serta stakeholder terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak sekaligus Ketua Pelaksana Acara, Triatno Supiyono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menentukan lokasi Program Prioritas di Lokus Stunting dan perbaikan manajemen pelayanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terhadap intervensi gizi spesiflk dan sensitif.

"Program ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kebersamaan, persatuan, dan gotong royong semua pihak, semua kegiatan yang sudah kita laksanakan harus didukung oleh data-data yang mendukung Data prevalensi dan
sebarannya di seluruh desa sampai dengan tingkat Kabupaten sehingga Kabupaten dapat menyusun keputusan desa Lokus tahun 2023," kata Triatno.

Sementara itu, Sekda Lebak, Budi Santoso menjelaskan, Stunting sendiri merupakan kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, yaitu mulai dari masa 1000 hari pertama kehidupan yang tidak hanya menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik, akan tetapi mempunyai dampak yang sangat besar di masa akan datang, dengan terhambatnya perkembangan yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktifitas.

"Dinas Kesehatan melalui Puskesmas selaku salah satu Garda terdepan dalam pengendalian stunting diharapkan agar tetap menjalankan dan meningkatkan cakupan layanan program yang menunjang di dalam penurunan dan pencegahan stunting sehingga akan berdampak terhadap penurunan prevalensi stunting pada wilayah kerjanya dan Kabupaten Lebak," ujar Budi Santoso.

Masih kata Budi, desa yang menjadi prioritas (Lokus) dapat membuat program-program yang inovatif da|am mengatasi stunting di wilayahnya sesuai dengan kemampuan sumber daya dan keuangan yang ada pada dana desa.

Sekda juga meminta pihak desa agar bersinergi dengan Puskesmas terkait dan koordinasi dengan OPD terkait data anak yang stunting dan koordinasi dengan dinas terkait seperti, Dinas Ketahanan Pangan, DP3AP2KB, Dinas Pendidikan, bersama dengan PKK dengan memperhatikan permasalahan utama yang dapat mempengaruhi dalam percepatan dan penurunan stunting di desa tersebut. (Ajat)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

PGRI Malingping Gelar HUT ke 77 dan HGN Tahun 2022

Sabtu, 26 November 2022 | 15:01 WIB

Si Jago Merah Lahap Dapur Rumah Seorang Janda

Senin, 7 November 2022 | 17:23 WIB

Dapur Rumah Milik Warga Desa Rahong Terbakar

Senin, 7 November 2022 | 17:15 WIB

Pemdes Kadu Agung Timur Gelar Khitanan Massal

Minggu, 23 Oktober 2022 | 14:04 WIB

Jalin Sinergitas, Kejari Kunjungi Kantor PWI Lebak

Jumat, 7 Oktober 2022 | 17:06 WIB

Kapolsek Malingping hadiri Sosialisasi  PT PNM

Selasa, 4 Oktober 2022 | 13:10 WIB
X