• Kamis, 11 Agustus 2022

Berserakan Material Tanah Bangunan Alfamidi di Cimanuk Bahayakan Pengguna Jalan

- Senin, 27 Juni 2022 | 21:01 WIB
Material Tanah pembangunan Alfamidi di Desa Batu Bantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang  membahayakan pengendara roda dua (Asep)
Material Tanah pembangunan Alfamidi di Desa Batu Bantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang membahayakan pengendara roda dua (Asep)
Fajarbanten.com - Material Tanah yang berasal dari pembangunan Alfamidi di Desa Batu Bantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang sempat membahayakan pengendara roda dua. Pasalnya, banyak material tanah tercecer di jalan raya yang menyebabkan pengendara mengalami kecelakaan. "Betul kemarin-kemarin ada yang kecelakaan di depan proyek alfamidi karena jalannya licin," kata Eneng, warga setempat, Senin 27 Juni 2022.
 
Sementara itu, Tatang Pihak Alfamidi membenarkan, sempat terjadi kecelakaan di lokasi proyek pembangunan Alfamidi tersebut. "Itu betul, kejadiannya sudah satu minggu yang lalu, namun untuk pembangunannya ada di kewenangan kontrator, saya mitra untuk pengurusan perizinannya," katanya, dihubungi melalui telepon seluler. 
 
Dia mengatakan, izin pembangunan Alfamidi tersebut sedang dalam proses. "Kalau untuk PBG (persetujuan bangunan gedung) sudah ada, kalau izin buka toko belum, lagi menunggu petunjuk dari dinas terkait," ujarnya. 
 
Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Dinas Penanaman Modal Pelayanan DPMPTSP Pandeglang Erik Widaswara mengatakan, hingga saat ini belum menerima laporan akan adanya pembangunan Alfamidi di Kecamatan Cimanuk. Dia memastikan, pembangunan ini belum memiliki izin secara resmi dari dinasnya. Sebab, pembangunan tersebut bukan Alfa Midi, namun milik per-orangan. "Belum ada izin. Informasi dari PUPR katanya bukan alfamidi, tapi toko milik per-orangan. Tapi DPUPR sudah mengeluarkan rekomendasi," katanya. 
 
Dia menjelaskan, perizinan toko pribadi dengan waralaba berbeda. Sebab, sudah jelas dalam Peraturan Daerah (Perda) per kecamatan hanya harus ada 4 waralaba. "Beda, kalau alfa kan masuknya waralaba. Kalau waralaba kan ada perda, sekarang kan lagi proses revisi perda di dewan. Dan per kecamatan hanya 4 waralaba," jelasnya. (Asep)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Kacab BRI Pandeglang di Periksa Kejari

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:36 WIB

Pastikan Berizin, Dewan Akan Sidak Tambak Udang

Jumat, 15 Juli 2022 | 09:03 WIB
X