• Rabu, 17 Agustus 2022

Miris.. Bocah SD di Kabupaten Serang Rawat Ibunya Yang Lumpuh Ditengah Keterbatasan Ekonomi

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 13:50 WIB
Bocah SD di Kabupaten Serang Rawat Ibunya Yang  Lumpuh Ditengah Keterbatasan Ekonomi (Reed)
Bocah SD di Kabupaten Serang Rawat Ibunya Yang Lumpuh Ditengah Keterbatasan Ekonomi (Reed)

fajarbanten.com - Miris mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Nurkholis. Di usianya yang masih belasan tahun, bocah ini harus rela tidak bersekolah karena harus mengurusi ibunya, Sapariah (49) yang mengalami kelumpuhan sejak dua tahun lalu.

Sementara ayahnya Samri (47), hanya seorang buruh bangunan serabutan yang berpenghasilan tidak menentu. Alhasil jadilah keluarga kecil ini hidup dari jauh kata cukup.

Samri dan Sapariah berdomisili di Kampung Rancailat Rt 11 Rw 03 Desa Bakung, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Dalam keseharianya, Nurkholis yang merupakan merupakan siswa kelas 6 di SD Negeri (SDN) Rancailat, harus merawat ibunya ditemani kakak tirinya.

Kakak tiri Nurkholis sendiri harus tidur dibekas kandang kambing yang sudah tidak terpakai yang berada didepan rumahnya dan Nurkholis menemani ibunya didalam rumah dengan hanya beralasan tikar.

Saat awak media mendatangi tempat Nurkholis bersekolah, diterima Kepala Sekolah SDN Rancailat Sumarsih, S.Pd membenarkan kondisi tersebut.

"Betul, Nurkholis adalah murid kami kelas 6, awalnya itu jarang sekolah saat itu kami belum mengetahui keadaannya, sempat saya tanya kenapa tidak sekolah karena dia alasannya membantu ibunya dan bajunya hanya 1 dan dicuci, dan disitulah saya telusuri kenapa latar belakang Nurkholis jarang sekolah, saya tanya tanya ternyata benar merawat ibunya yang sedang sakit, nurkholis sempat bilang emaknya ora bisa lunga atau ibunya tidak bisa bangun, nah dari situ saya terenyuh, ya namanya anak murid seperti anak sendiri, apalagi kakak tirinya tidur dibekas kandang kambing yang sudah tidak terpakai," ujar Sumarsih, Jumat 05 Agustus 2022.

Masih menurut Sumarsih, ekonomi orang tua Nurkholis yaitu ayahnya sangat memprihatinkan kategori tidak mampu.

"Untuk Nurkholis ini kategori sangat tidak mampu, anak segede ini harus merawat ibunya, memasak, nyuapin, membersihkan badannya, dari hati saya miris, ingin rasa hati ini membantu dari pribadi," ungkapnya.

Diketahui Sumarsih, Nurkholis yang memiliki satu kakak tirinya ini merawat ibunya pada bulan Juli 2022.

Halaman:

Editor: Rian Nopandra

Tags

Terkini

GP Ansor Pandeglang Gelar Susbalan

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:15 WIB

Ini Dia Sosok Nahkoda Pengcab IOF Kota Cilegon

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:14 WIB
X