• Senin, 26 September 2022

Tadarus Sosial Gelar Diskusi Kota, Angkat Isu AMDAL RSUD Labuan

- Senin, 19 September 2022 | 17:08 WIB
acara diskusi yang bertajuk "Tadarus Sosial" yang digagas oleh Eko Supriatno, pada Sabtu 17 September 2022 (Daday)
acara diskusi yang bertajuk "Tadarus Sosial" yang digagas oleh Eko Supriatno, pada Sabtu 17 September 2022 (Daday)

FAJARBANTEN.COM - Dalam sebuah acara diskusi yang bertajuk "Tadarus Sosial" yang digagas oleh Eko Supriatno, pada Sabtu 17 September 2022 kemarin itu, mengangkat isu seputar Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan, yang keberadaanya di kawasan padat penduduk.

Diskusi bertajuk Tadarus Sosial yang dilaksanakan di Ruang Kolaborasi Kota Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang tersebut, menghadirkan sejumlah pembicara, yakni H. Umar Barmawi, selaku anggota Komisi V DPRD Banten, Ali Nurdin, selaku Pengamat Kebijakan Publik, dan R. Nugraha Dananjaya, selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Peningkatan Kapasitas LH Provinsi Banten.

Eko Supriatno, selaku penggagas kegiatan Tadarus Sosial, mengatakan. Diangkatnya isu Amdal RSUD Banten dalam diskusi tersebut, yakni untuk mencari solusi bijak, terlebih terkait aspek legalitas Amdal RSUD Labuan, komitmen pembangunan RSUD Labuan, bagaimana paradigma pembangunan kesehatan, dan bagaimana menuju masyarakat Labuan sehat dan berdaulat.

"Dalam acara diskusi ini, diharapkan bisa membuka wawasan warga, khususnya tentang substansi yang sangat berkaitan erat dengan kepastian tentang keberlanjutan lingkungan dan penghidupan masyarakat," tegas Eko Supriatno saat itu.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Ali Nurdin dalam paparannya mengungkapkan, bahwa pada masa-masa sebelumnya, setiap pembangunan rumah sakit, umumnya selalu berdekatan dengan aliran sungai.

"Kalau rumah sakit dulu, tinggalnya dipinggir sungai, supaya limbahnya bisa diolah bisa dibuang ke sungai. Tapi kalau ini, dibangunnya di tengah permukiman warga, lalu limbahnya bagaimana, apa harus dibiarkan meresap, tentu saja sumur warga akan terdampak kalau seperti itu," katanya.

Dikatakannya juga, seharusnya sebelum dilakukan Pembangunan rumah sakit, tentunya harus dilakukan pengkajian Amdal-nya terlebih dahulu, sehingga pada saat proses pembangunan tidak mendapatkan hambatan, atau penolakan serta protes dari warga.

"Jalan keluarnya Dinkes Provinsi Banten segera berkonsultasi dengan masyarakat Labuan. Supaya ke depannya tidak mubajir," tambahnya.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten, R. Nugraha Danandjaja, mengaku akan lakukan kroscek dan akan memeriksa kelengkapan dokumen lingkungan yang ada di kantornya.

"Adapun kaitan Amdal rumah sakit, saya nanti akan lihat di kantor bagaimana pengajuan dokumen lingkungan berupa UKL dan UPL sesuai dengan kriterianya. Nanti saya lihat di kantor bagaimana karena ini asalnya Puskesmas Labuan, ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Labuan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

GP Ansor Pandeglang Gelar Susbalan

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:15 WIB

Kacab BRI Pandeglang di Periksa Kejari

Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:36 WIB
X