LSM BMPP Menduga Dalam Proses Pemadatan Lahan Jalan Panggung Rawi, Dikerjakan Asal-Asalan

- Senin, 7 November 2022 | 20:19 WIB
Deni Jueani saat ditemui di Markas Besar LSM BMPP. Sabtu, 05 November 2022 sore. (Madsari)
Deni Jueani saat ditemui di Markas Besar LSM BMPP. Sabtu, 05 November 2022 sore. (Madsari)

FAJARBANTEN.COM — Pekerjaan proyek Jalan Akses Panggung Rawi kembali mendapat sorotan dari elemen masyarakat yang menduga proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan aturan dalam pelaksanaannya.

Seperti yang diungkapkan oleh ketua Umum LSM BMPP, Deni Jueani yang menduga dalam proses pemadatan lahan jalan tersebut, dikerjakan asal jadi oleh kontraktor pelaksana CV. Mustika Azi.

"Proyek ini kan proyek rekonstruksi, tapi kenapa lumpur dan bekas aspal yang lama tidak dikeruk? Ko ini main timpah aja?? Seharusnya kan dikeruk dulu baru dilakukan proses pemadatannya. Udah lagi dalam proses pemadatannya langsung menggunakan batu-batu gelondongan, udah kaya mau bikin pondasi gedung aja," kata Deni Jueani saat ditemui di Markas Besar LSM BMPP. Sabtu, 05 November 2022 sore.

"Kalo seperti itu tidak salah jika saya menduga bahwa dalam proses pemadatan jalan tersebut itu asal jadi saja, demi mempercepat proses pengerjaannya, karena kalau menurut waktu yang tertera PIP dilapangan proyek ini terlambat dalam memulai pekerjaan," sambungnya.

Aktivis senior yang akrab di panggil Kang Zen ini, sangat menyayangkan adanya oknum Ormas yang diduga ikut membekingi kegiatan proyek tersebut.

"Saya sangat kecewa setelah saya tahu bahwa ada oknum Ormas yang diduga membekingi proyek tersebut demi kepentingan pribadi. Menurut saya itu sudah diluar Poksi organisasi Ormas sebagai sosial kontrol, karena yang namanya organisasi masyarakat itu seharusnya menjadi pemerhati, bukan menjadi pelindung para kontraktor," bebernya.

"Saya Deni Jueani, ketua umum Lsm BMPP mengecam keras terhadap Oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) yang membekingi kontraktor proyek tersebut," imbuhnya tegas.

Sementara itu, Ade selaku Mandor Lapangan saat dikonfirmasi langsung dilapangan terkait pemadatan jalan yang diduga tidak dilakukan pengerukan material Lumpur dan aspal bekas enggan berkomentar, ia hanya memberikan nomor pihak pelaksana dari CV. Mustika Azi.

Perwakilan kontraktor pelaksana, Ahong saat dikonfirmasi melalui telepeon WhatsApp, prihal keterlambatan mulai pekerjaan beralasan karena menunggu hasil itungan ulang oleh Dinas Pelerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon.

"Keterlambatan mulai pekerjaan itu dikarenakan ada pekerjaan yang harus dihitung ulang pakai waterpas, itu diperintahkan ngitung lubang lubang. Jadi kita nunggu itu nunggu hasil itungan ulang supaya tidak ada perubahan demi memaksimalkan pekerjaan," kilahnya.

"Kita juga sudah pernah ditegur oleh dinas melalui lisan saat meeting di dinas untuk mengerjakan, tapi kan kita tetep mesti nunggu hasil MC di luar konsultan atau pakai hitungan eksternal menggunakan alat itu," imbuhnya.

Saat disinggung soal teknis pekerjaan yang tidak membuang material lumpur dan aspal bekas, Ahong mengelak dan mengaku sudah dikupas.

"Kalau perihal pemadatan jalan nanti akan saya cek ulang lagi ke lapangan kang," tandasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kota Cilegon Heri Mardiana saat dikonfirmasi melalui pesan WhattsAppnya, hingga malam ini belum merespon. (Mad Sari)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Aklamasi GS Ashok Jabat Ketua BPD PHRI Banten

Senin, 30 Januari 2023 | 20:01 WIB
X