• Jumat, 2 Desember 2022

Indonesia Eratkan Kerja Sama ASEAN-Korea Selatan, Tanggulangi Ancaman Sampah Plastik

- Jumat, 5 Juli 2019 | 12:29 WIB
ed26fae5-ed67-4f7c-9485-9b2c5eb107b5
ed26fae5-ed67-4f7c-9485-9b2c5eb107b5

FAJARBANTEN.COM – Polemik sampah di laut khususnya sampah plastik, merupakan ancaman besar, tidak hanya bagi keanekaragaman hayati dan lingkungan laut, tetapi juga terhadap pariwisata dan industri perikanan. Oleh karena itu, kami mengajak ASEAN dan Korea Selatan bekerja sama untuk menanggulangi permasalahan sampah plastik di laut," demikian disampaikan Jose Tavares, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kemlu RI sekaligus Ketua Delegasi RI pada Pertemuan ke-23 ASEAN-Republic of Korea (RoK) Dialogue di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam

Sebelumnya, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) East Asia Summit (EAS) ke-13 tanggal 15 November 2018 di Singapura, para Pemimpin Negara Peserta EAS telah mengadopsi EAS Leaders' Statement on Regional Plan of Action on Combating Marine Plastic Debris. Pada KTT ke 34 ASEAN, Leaders ASEAN juga telah mengadopsi Bangkok Declaration on Combating Marine Debris.

Selain kerja sama maritim dan konservasi laut, Pertemuan ke-23 ASEAN-Korea Dialogue juga membahas mengenai ASEAN Cultural House (ACH) yang didirikan di Busan, Korsel, dan resmi dibuka pada tahun 2017 untuk mengenalkan dan mempromosikan ASEAN kepada masyarakat Korsel melalui jalur budaya.

Indonesia menyampaikan optimismenya terkait potensi ACH dalam berkontribusi terhadap peningkatan kedekatan hubungan masyarakat Korsel dan ASEAN. Indonesia mendorong ACH agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya momen penyelenggaraan KTT Peringatan 30 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Korea yang akan diselenggarakan di Busan untuk lebih mempromosikan ASEAN kepada masyarakat Korsel.

“Saya yakin bahwa Busan dan masyarakatnya memiliki kapasitas, kreativitas, dan antusiasme tinggi untuk menyelenggarakan KTT Peringatan Kemitraan ASEAN-Korea yang mengesankan" lanjut Jose Tavares.

KTT Peringatan 30 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Korea akan diselenggarakan pada bulan November mendatang. Pemilihan Busan menjadi lokasi merupakan kali kedua setelah pertama kali menjadi Tuan Rumah KTT Peringatan 25 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Korea pada tahun 2014.

Kerja sama ASEAN-Korea telah berjalan dengan baik selama hampir 30 tahun sejak 1989. Kemitraan ASEAN-Korea semakin diperkuat dengan peningkatan level kerja sama kemitraan dari comprehensive menjadi strategic partnership pada 2010. Selanjutnya, untuk meningkatkan kerja sama menjadi lebih konkret, KTT ke-17 ASEAN-Korea di Kuala Lumpur, tanggal 22 November 2015, telah mengesahkan ASEAN-RoK Plan of Action to Implement the Joint Declaration on Strategic Partnership for Peace and Prosperity periode 2016-2020.

Pertemuan ASEAN-RoK Dialogue sendiri merupakan pertemuan tahunan ASEAN-Korea pada tingkat Pejabat Tinggi/SOM. Pertemuan ke-23 kali ini dipimpin bersama oleh Yang Mulia Emaleen Abd Rahmad Teo, Ketua SOM ASEAN-Brunei Darussalam dan Yang Mulia Yoon Soon-gu, Ketua SOM ROK. (Sumber : kemlu.go.id)

Editor: Administrator

Terkini

Nawal El Saadawi Tutup Usia

Senin, 22 Maret 2021 | 21:00 WIB

Hari Air Sedunia 2021, Tema dan Sejarah Lahirnya

Senin, 22 Maret 2021 | 15:58 WIB

Oposisi Tantang Erdogan

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:26 WIB

Bahas Kemitraan, ISABC Kunjungi Konjen RI Jeddah

Minggu, 23 Februari 2020 | 14:38 WIB

DK PBB Kecam Serangan Teroris di Selandia Baru

Sabtu, 16 Maret 2019 | 09:53 WIB
X