• Rabu, 27 Oktober 2021

Kolaborasi Kemenkumham Riau, Polda dan Bea Cukai Berhasil Ungkap 7 Kasus Narkoba Jaringan Malaysia

- Jumat, 17 September 2021 | 14:46 WIB
Kemenkumham Riau, Polda dan Bea Cukai Berhasil Ungkap 7 Kasus Peredaran Narkoba dan Obat-Obatan Jaringan Malaysia
Kemenkumham Riau, Polda dan Bea Cukai Berhasil Ungkap 7 Kasus Peredaran Narkoba dan Obat-Obatan Jaringan Malaysia

FAJARBANTEN.COM,- Kepolisian Daerah Riau berhasil ungkap 7 kasus peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang jaringan Malaysia. Selain mengamankan pelaku, sebanyak 117 Kg sabu-sabu dan 1.000 butir pil ekstasi turut disita sebagai barang bukti.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menyebutkan, pengungkapan kasus peredaran narkoba ini dilakukan bersama Bea Cukai dan Kemenkumham Riau dilakukan sejak 18 Agustus 2021 hingga September 2021.

"Ini operasi satu bulan terakhir dengan mengerahkan seluruh jajaran dan kerjasama dengan Bea Cukai dan Kemenkumham Riau," kata lrjen Pol Agung Setya Imam Effendi didampingi Kakanwil Kemenkumham Riau, Pujo Harinto dan Kepala DJBC Riau, Agus Yulianto, dalam konferensi persnya, Jumat (17/9/2021) di Mapolda Riau.

Agung merincikan, pengungkapan pertama dilakukan pada 18 Agustus di Pekanbaru, merupakan jaringan Malaysia. Dari kelompok ini disita barang bukti 3 Kg sabu dan 1.000 butir pil ekstasi yang rencananya akan di distribusikan ke wilayah Lampung.

"Pelaku NS ditangkap disalah satu pangkalan travel di Pekanbaru dan pengendalinya AH ditangkap di Ciamis, Jawa Barat, dia merupakan pengendali narkoba masuk dan di distribusikan melalui tersangka NS yang kita tangkap di Pekanbaru dan hasilnya akan diserahkan kepada pelaku yang di Malaysia,” urai Agung.

Tangkapan kedua pada tanggal 26 Agustus 2021 dengan barang bukti sebanyak 2 kilogram sabu asal Malaysia yang rencananya akan dikirim ke Jambi.

“Penangkapan kedua ada tersangka berinisial ES dengan barang bukti 2 Kg sabu. Pelaku bekerja sama dengan saudara HT, namun baru sampai di Pekanbaru kita sergap. Jaringan ini dikendalikan oleh saudara LP yang ada di Malaysia,” lanjut Agung.

Selanjutnya pada 29 Agustus ada paket kargo yang berisikan 4 Kg sabu yang dikemas dalam bentuk kaleng roti. Ini juga dikendalikan dari Malaysia yang masuk melalui becak laut dengan tersangka RP yang ditangkap di Pekanbaru.

Cara penyimpanan sabu dalam kemasan kaleng roti tersebut digunakan para jaringan narkoba untuk mengelabui aparat penegak hukum agar pengiriman sabu dapat lolos dan berhasil dikirim kepada pembeli.

"Tersangka diketahui telah dua kali melakukannya dengan cara ini. Rencananya akan di distribusikan ke Lampung dan kita kembangkan bekerjasama dengan lapas yang ada di Lampung selatan, kita tangkap tersangka yang berinisial RS,” tandas Agung.

Halaman:

Editor: R. Dede

Tags

Terkini

Komisi III DPR RI Kunjungi Lapas Cikarang

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:28 WIB
X