• Jumat, 3 Desember 2021

Karya Seni "Jalan Pulang" Dapat Respon Positif di Kalangan Masyarakat

- Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
Ruang Kreatif Halaman Budaya Pandeglang membuat karya inovatif  jalan pulang dengan kontruk dasar teater
Ruang Kreatif Halaman Budaya Pandeglang membuat karya inovatif jalan pulang dengan kontruk dasar teater

FAJARBANTEN.COM - Ruang Kreatif Halaman Budaya Pandeglang membuat karya inovatif  jalan pulang dengan kontruk dasar teater, yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi.

Karya seni bertajuk "Jalan Pulang" telah usai di selenggarakan pada ( 8,10/11/2021). diruang kreatif halaman budaya di Kampung Lame, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Hasil karya tesebut menyisakan kesan dan pesan yang melekat dimasyarakat, selain kontekstualisasi dari karya yang menyikapi lingkungan dan tradisi serta infrastruktur jalan kurang lebih setengah abad tetap berlubang,berlumpur, berbatu dan berdebu jika kemarau.

Jalan pulang menjadi mediasi bagi masyarakat dalam mengembalikan ingatan2 atas kejayaan tradisi dan potensi budaya yg berada di kp.lame desa, Mekarsari, panimbang, Pandeglang, banten.

Hadi Wijaya salah seorang warga kampung Lame Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang mengatakan, karya seni jalan pulang menjadi mediasi bagi masyarakat untuk mengingat kembali kejayaan tradisi dan potensi budaya yang berada di kampung halamannya.

"Budaya kita akan pesawahan yang begitu luas, tapi kenapa kok mereka tak membuka mata, padahal jika jalan kita bagus, peningkatan ekonomi pasti terjadi, petani jadi lebih mudah aksesnya. Bagaimana mungkin kita bisa pulang dengan nyaman jika kondisi diperjalanan kita di hadapkan dengan media jalan yang penuh dengan lumpur,"kata Hadi saat berbincang di kampung halamannya, Rabu (24/11/21).

Sementara itu Sutradara Jalan Pulang RA Yopi Hendrawan Utoyo menambahkan, jalan pulang merupakan sebuah protes atas buruknya infrastruktur di tempat tinggalnya. Sebab, kondisi jalan menuju kampung halamannya tidak berubah, tetap rusak dan berlumpur. "Jalan pulang ke kampung halaman berlubang, becek, dan penuh lumpur. Padahal letaknya dekat dengan Tanjung Lesung yang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus," kata Yopi.

Baginya, Jalan Pulang tak sekadar protes. Kata dia, sebagai upaya untuk mengembalikan ingatan masa lalu yang diterjemahkan tubuh lewat beragam ekspresi dan estetika. "Jalan pulang sebagai suatu peristiwa, karya inovatif, strategi penggalian, pelestarian, pembinaan, dan pengembangan kebudayaan di Pandeglang, Banten umumnya Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, secara kultural Indonesia memiliki identitas yang kuat dan mampu berada di garda depan dalam lingkup peradaban dunia. "Kontruksi budaya dengan pilar-pilar yang kuat maka akan menciptakan tatanan, bahasa, sosial, agama dan pendidikan, ekonomi, teknologi, politik, yang baik," katanya.

Dijelaskannya, karya inovatif berjudul jalan pulang telah digelar di salah satu penduduk di Kampung Lame, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang. "Telah berlangsung di Kampung Lame, dan menyisakan kesan, dan pesan yang lekat di masyarakat," jelasnya. (Asep)

Halaman:

Editor: R. Dede

Terkini

Safari Subuh, ACT Tangerang Hadirkan Food Truck

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:12 WIB

KSPSI Tuntut Kenaikan Upah di Tangerang dan Tangsel

Senin, 29 November 2021 | 18:32 WIB

ACT Serang Raya Safari Subuh di Persada Banten

Senin, 29 November 2021 | 10:51 WIB

DPD ASETI Banten 2020-2025 Dikukuhkan

Minggu, 28 November 2021 | 14:29 WIB
X