Dalam 1X24 Jam, Polda Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Lebak

- Selasa, 17 Januari 2023 | 11:05 WIB
Dalam 1X24 Jam, Polda Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Lebak (Polda Banten )
Dalam 1X24 Jam, Polda Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Lebak (Polda Banten )

Fajarbanten.com - Warga Banten dikejutkan dengan adanya temuan 2 jenazah di perkebunan karet di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak pada Jumat (13/01) sekitar pukul 08.00 Wib, jenazah terikat pada bagian kaki, awalnya tidak dikenali oleh warga sekitar TKP.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan Kapolda Banten Irjen Pol. Prof. Dr. Rudy Heriyanto yang meski ketika itu sedang berada di tanah suci memerintahkan Dirreskrimum Polda Banten untuk mengungkap pelakunya dan segera dapat membuat jelas apa motif para pelaku hingga tega menghilangkan nyawa orang lain. "Kapolda Banten memerintahkan Ditreskrimum Polda Banten untuk mengungkap pelaku dan membuat jelas apa motif para pelaku dalam melakukan aksi tersebut," ucap Shinto.

Shinto mengatakan dalam kasus ini terdapat dua orang korban. "Identitas korban berinisial WD (39) warga Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pekerjaan wiraswasta, alami luka jerat pada bagian leher dan kekerasan benda tumpul pada bagian kepala, KJA alias Kevin (48), warga Kutai Timur, Kalimantan Timur, bekerja sebagai driver korban WD, alami luka jerat pada bagian leher, juga trauma pada dada kanan, tulang iga patah dan pendarahan di rongka kanan yang tembus hingga ke paru-paru, kedua korban telah dilakukan otopsi pada Jumat (13/01) pukul 19.00 Wib oleh Tim Forensik di RSUD Drajat Prawiranegara, Kota Serang," terang Shinto.

 

Shinto menjelaskan pasca TP penyidik menemukan petunjuk tentang identitas korban. "Pasca olah TKP dengan pendekatan scientific criminal investigation, penyidik menemukan petunjuk tentang identitas korban, mengikuti alur kegiatan korban melalui saudaranya dalam analisa time lining, hingga akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap empat pelaku di Lampung Timur pada sekitar 16.00 Wib, atau hanya 8 jam dari waktu ditemukannya jenazah pertama sekali di Lebak," ucap Shinto.

Dalam hal ini Shinto mengatakan pihak kepolisian berhasil mengamankan para tersangka. "Identitas para tersangka yaitu MT (36) tersangka utama warga Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, SM (30) buruh harian lepas warga Desa Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, MA (30) buruh harian lepas, warga Desa Tongleng, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, SP (40) buruh harian lepas warga Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang," jelas Shinto.

Shinto menjelaskan dari hasil penangkapan pelaku pihak kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang bukti. "Adapun barang bukti yang berhasil dilakukan penyitaan oleh penyidik adalah satu unit R4 merk Daihatsu Luxio warna silver Nopol : B-1574-UID berserta kunci kontak, tali sepatu putih untuk menjerat korban, kabel listrik untuk mengikat korban, selimut putih bercorak biru, empat unit handphone, satu token e-money milik korban," ujar Shinto.

Lebih lanjut Shinto menjelaskan kronologis kasus pembunuhan tersebut. "Kronologis pembunuhan awalnya korban WD dan KV mendatangi MT dengan tujuan ingin mencari dukun, MT kemudian meminta MA mencarikan dukun untuk memenuhi pesanan korban," kata Shinto.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, korban WD sudah diberikan dana Rp8.000.000 kepada korban KJA. "Selanjutnya korban WD dan KJA bertemu tersangka MT di RS. Hermina Ciruas pada Kamis (12/01) sore, lalu berjalan bersama ke Petilasan Cirewu dan tiba di lokasi pada sekitar 19.00 WIB, sesampainya di lokasi, tersangka MT mengajak 3 tsk lainnya ikut bertemu di petilasan," terang Shinto.

TKP awal di Petilasan Serewu, Desa Cilebu, Kragilan pada Kamis (12/01) sekitar 23.00 Wib. "Di TKP korban WD diberi kopi yang sudah dicampur racun padi dengan harapannya korban meninggal namun korban tidak meninggal ketika itu, dalam kondisi duduk ketika itu, korban WD kemudian dijerat pada bagian leher dari samping oleh tersangka SP dan SM hingga meninggal dan korban dijatuhkan ke lantai, tersangka MA pastikan korban WD sudah meninggal," jelas Shinto.(Rijal)

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Pasca Covid Income Wisata di Banten Capai 750 Milyar

Senin, 30 Januari 2023 | 16:04 WIB

Sama-sama Rokok Elektrik, Ini Dia Bedanya Pod dan Mod

Kamis, 26 Januari 2023 | 14:29 WIB
X