• Jumat, 2 Desember 2022

Tragedi Sepakbola di Stadion Kanjuruhan, Pengamat : Pecat Menpora

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 14:51 WIB
Tragedi  kerusuan stadion Kanjuruhan Semarang  (Istimewa)
Tragedi kerusuan stadion Kanjuruhan Semarang (Istimewa)

FAJARBANTEN.COM — Pengamat Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mendesak Presiden Joko Widodo segera mengevaluasi kinerja Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali usai insiden tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu Malam, 1 Oktober 2022.

"Tragedi tersebut bukti kegagalan dari manajemen sepakbola di Indonesia, dan yang paling bertanggungjawab adalah Menpora. Sebaiknya ganti Menporanya," ujar Dedi, Minggu, 2 Oktober 2022.

Dedi menilai, peristiwa tersebut semakin memperburuk citra sepakbola di Indonesia yang hingga kini masih belum membuktikan prestasi yang membanggakan. Karenanya, perlu evaluasi menyeluruh agar sepakbola sebagai olahraga yang digemari masyarakat tidak menjadi momok yang menakutkan.

"Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, menjadi catatan khusus atas kegagalan manajemen sepakbola di Indonesia. Ini tragedi besar yang harus dituntaskan, karenanya Menpora harus bertanggungjawab penuh," tegasnya.

Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022 saat kesebelasan tuan rumah Arema menjamu Persebaya dalam laga Liga BRI 1.

Para Aremania tersebut terlihat merusak beberapa fasilitas stadion dan juga bentrok dengan petugas keamanan. Petugas keamanan berusaha untuk mengendalikan massa dengan melontarkan gas air mata ke arah tribun penonton.

Sejurus kemudian, para penonton di tribun panik, situasi semakin kacau karena mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dengan berdesak-desakan.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, tragedi Kanjuruhan bukan bentrok antara suporter Persebaya Surabaya dengan Arema Malang.

“Perlu saya tegaskan, tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok suporter Persebaya dengan Arema. Sebab, pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton. Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema,” katanya.

Menurutnya, aparat kepolisian sebelum pertandingan dilaksanakan sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misalnya, pertandingan agar dilaksanakan sore, jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion, yakni 38.000 orang.

Halaman:

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Dua Tokoh Olahraga Bersatu, Banten Maju

Rabu, 30 November 2022 | 18:23 WIB

Ketua KONI Banten : Porprov VI Banten Sukses Digelar

Selasa, 29 November 2022 | 19:57 WIB

PBSI Banten Siap jadi Tuan Rumah BNI Sirkuit Sirnas C

Jumat, 28 Oktober 2022 | 22:06 WIB

Makky Atlet Banten Peraih Medali di Lima Cabor

Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:21 WIB

Duta Yunior Sabet Gelar Juara Liga Cilegon U 15 2022

Minggu, 16 Oktober 2022 | 11:03 WIB

PBSI Akan Gelar Walikota Serang Cup 2022

Senin, 26 September 2022 | 09:54 WIB
X