• Senin, 24 Januari 2022

Berbagi Kebahagiaan di Penghujung Ramadhan Bersama Guru Ngaji

- Kamis, 13 Mei 2021 | 07:07 WIB
IMG-20210513-WA0001
IMG-20210513-WA0001

Oleh: Deni Ramadhan (Ketua One Day One Juz Kabupaten Lebak)

Tidaklah mudah menjadi seorang pengajar ilmu agama atau ustadz yang menyumbangkan ilmunya di kobong atau pondok pesantren. Harus berhadapan dengan berbagai karakter murid, baik yang soleh mapun yang tidak, yang cerdas maupun yang biasa-biasa atau bahkan harus menghadapi murid yang membutuhkan kesabaran luar biasa.
Terlebih kesehariannya di jalan Allah sehingga waktu luang untuk mencari kasab atau mata pencaharian hanyalah sisa waktu dan sisa tenaga. Kalaulah tidak ada keikhlasan dan kesadaran dari para ustadz bahwa jalan yang ditempuh ini adalah jalan kebaikan, tentu tidak akan bisa bertahan lama menjalaninya. Bayangkan saja, harus bangun lebih awal, lalu setelah subuh disiapkan santri yang sudah siap mengaji, bersambung di waktu dhuha sampai sebelum dhuhur tiba dan disambung lagi waktu setelah asar hingga sebelum isya, yang hanya diselingi waktu Magrib untuk bisa beristirahat sejenak, sehingga jangankan waktu untuk mencari rizki, untuk sebatas berkumpul dengan keluarga mereka pun benar-benar waktu yang amat berharga. Bagi sebagian kita waktu adalah uang, sehingga mengurusi urusan ummat menjadi sisa waktu yang ada dan kadang menjadi kurang peduli terhadap urusan-urusan umnat.

Saudaraku, Pernahkah kita berfikir dan bertanya, berapa bisyaroh (honor) yang di peroleh para guru pengajar Al-quran yang mengabdikan diri dan mengamalkan ilmunya guna mengajari anak-anak kita dalam membaca Al-quran? Atau berfikir sudah sejahtera kah hidup mereka? Sudah layak kah honor yang mereka peroleh? Fasilitas dan sarana yang digunakan? Atau terpenuhinya kebetuhan mereka sebagai guru ngaji.
Pada kenyataannya, banyak guru ngaji di sekitar kita yang kurang mendapat perhatian & penghargaan. Mereka memperoleh honor yang minim, fasilitas yang tidak memadai, & masih jauh dari istilah sejahtera. Padahal kita sadar betul karena mereka lah, anak-anak kita bisa belajar dan mengaji kalam Ilahi. Melalui lisan mereka pula, dentungan ayat-ayat suci menggetarkan jiwa kita, hingga anak-anak kita dengan fasih melantunkannya.

Saudaraku, betapa kita saat ini lebih memperhatikan pendidikan yang sifatnya umum dibanding dengan pendidikan al-quran. Kita tidak keberatan membayar guru privat dengan harga yang mahal, namun di saat giliran membayar guru ngaji, kita hargai mereka dengan harga yang cukup murah. Mereka sosok mulia yang dengan ikhlas mengajarkan Al-quran meski tanpa imbalan yang sepadan. Mereka tak menuntut gaji, apalagi sertifikasi. Mendapat kesempatan mengabdi dan menebar dakwah saja sudah menjadi ladang amal yang senantiasa mereka kejar.
Saudaraku, guru ngaji Al-quran adalah sebuah profesi pendidik yang sangat mulia baik di mata Allah maupun Rasul-Nya. Sebagaimana Sabda Rasul: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-quran & yang mengajarkannya" (HR. Bukhori). Karena itu mari muliakan para guru ngaji.

Semangat guru-guru ngaji yang ada di kampung begitu sangat luar biasa dalam berupaya membentuk generasi qur’an untuk masa depan bangsa. Sejak wabah melanda, mereka tak bisa mengajar karena ada larangan mengadakan keramaian. Sebagian di antara mereka tak memiliki penghasilan lain. Namun, jika kita mengira hanya mereka yang menderita akibat kehilangan penghasilan, itu salah. Sebab, ada murid-murid mereka yang tak mendapatkan ilmu. Dengan semangat membumikan Al-Qur'an dalam membentuk generasi qur’an, Komunitas One Day One Juz Kab Lebak hadir dengan program berbagi berkah ramadhan untuk guru-guru ngaji yang ada di pelosok kampung dan desa di Kabupaten Lebak.

Salah satu guru ngaji yang kami jumpai yaitu Ust Yusuf, beliau bersyukur dan berterima kasih karena selama ini belum pernah ada yang memperhatikan guru ngaji, padahal perannya sangat penting untuk generasi muda, beliau juga turut mendokan keberkahan dan kebaikan untuk para relawan dan para muhsinin, semoga kegiatan ini bisa terus berlangsung sebagai salah satu upaya memuliakan guru ngaji.

Saatnya kita ikut berkontribusi untuk kemajuan ummat. Walaupun kita tidak bisa mengurusi santri-santi secara langsung, namun kita bisa membantu para guru dan para ustadz agar mereka lebih bisa fokus mengurusi masalah ummat. Salah satu jalan pintas tersebut adalah dengan ikut andil dalam program Berbagi Berkah Ramadhan. Sebuah program amal soleh melalui sedekah yang kita keluarkan untuk menopang tulang punggung para asatidz agar bisa tetap tegap, bertenanga dan fokus mengajari santri-santri dan membina ummat.

Cukuplah kita bersedekah untuk orang-orang yang terpenjara di jalan Allah, karena waktu mereka lebih difokuskan dan diwakafkan untuk ummat. Harta kita untuk mereka hakikatnya adalah harta kita utuk perbaikan ummat. Kalaulah tidak ada kontribusi mereka untuk fokus dalam memajukan agama ini, tentu sudah banyak kalangan muda muslim yang hidup sia-sia karena kurangnya orang yang mau membina mereka. Kalaulah tidak ada peran para ustadz, maka keilmuan para santri tidak akan bertambah dan tidak akan lahir dari generasi ummat ini sampai kapanpun orang-orang yang soleh dan solehah. Maka sebanarnya kitalah yang butuh kepada mereka, kita butuh perbaikan generasi muslim, kita butuh lahirnya orang-orang yang soleh solehah di masa yang akan datang, dan kita butuh harta kita menajadi berkah di jalan Allah Ta’ala.

Editor: Administrator

Terkini

Kampus dalam Perlindungan Permendikbud 30 2021

Senin, 13 Desember 2021 | 13:45 WIB

Ekspresi Kegembiraan Sepak Bola Presiden Jokowi

Minggu, 3 Oktober 2021 | 13:19 WIB

Soal Pengaduan ke Dewan Pers

Kamis, 9 September 2021 | 15:54 WIB

Reign of Fear: Cara Orang Bodoh Memimpin Negara

Sabtu, 4 September 2021 | 15:26 WIB

Refleksi Kebangsaan di Hari Kemerdekaan

Selasa, 17 Agustus 2021 | 21:13 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 11:30 WIB

Informasi Jernih Dalam “Perang Posting”

Selasa, 6 Juli 2021 | 16:41 WIB

Menanti Keputusan dari (Bukan) Tuhan

Selasa, 1 Juni 2021 | 15:52 WIB

“Iman” Sepak Bola Pep Guardiola

Sabtu, 29 Mei 2021 | 19:09 WIB

Semesta Mathla'ul Anwar

Sabtu, 29 Mei 2021 | 13:20 WIB

Merawat Iman Pasca Ramadan

Senin, 24 Mei 2021 | 15:14 WIB
X