• Senin, 24 Januari 2022

Soal Pengaduan ke Dewan Pers

- Kamis, 9 September 2021 | 15:54 WIB
Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun  (Dewan Pers)
Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun (Dewan Pers)

 

Catatan Hendry Ch Bangun

Beberapa waktu terakhir ini ada beberapa tulisan yang bernada menggugat penanganan pengaduan yang ditujukan kepada Dewan Pers. Khususnya dari kalangan media yang merasa diperlakukan tidak adil, karena karya jurnalistik mereka dipersoalkan, dan menilainya itu sebagai pelanggaran kemerdekaan pers. Menurut mereka, Dewan Pers seharusnya melindungi kerja wartawan, entah saat mencari berita ataupun semua kerya jurnalistiknya.  Lalu mengatakan Dewan Pers sudah menjelma sebagai Departeman Penerangan di era Orde Baru.

Di sisi lain kepada Dewan Pers datang pula kritik keras dari kalangan pemerintahan, baik tingkat pusat maupun daerah, berbagai lembaga negara, dan anggota parlemen, yang menilai Dewan Pers terlalu lembek menangani pers yang sudah kebablasan karena menulis semaunya, meliput secara tidak professional. Wartawan dan organisasi wartawan kalau kena masalah, karena merasa diintimidasi atau terkena kekerasan langsung mengadu ke polisi. Melakukan demonstasi dan meminta agar pelakunya dipenjara. Sementara kalau digugat narasumber, eh bilangnya, gunakan hak jawab dong, pakai Undang-Undang Pers. “Pers kok seenaknya begitu. Dewan Pers harus tegas, tindak tuh media dan wartawan yang melanggar ketentuan,” kata mereka.

Inilah dinamika dari kemerdekaan pers yang menarik dan kalau ditarik benang merahnya muncul karena beberapa hal.

Pertama, banyak sekali wartawan dan pimpinan media yang tidak memahami Undang-Undang No 40 tentang Pers, apalagi proses kelahirannya yang secara garis merupakan amanat dari reformasi 1998, agar pers dapat bekerja secara bebas. Tidak ada lagi hambatan melakukan semua kegiatan jurnalistik, mulai dari mencari informasi, sampai memberitakannya. Tidak ada sensor, tidak ada bredel, bahkan mereka yang berupaya menghang-halangi dapat dipidana.

Maknanya, negara dan masyarakat, memberikan kebebasan penuh bagi media dan wartawan untuk menjalankan tugas memenuhi kebutuhan masyarakat untuk tahu, untuk menjadi saluran aspirasinya, untuk menyampaikan kritik atas jalannya pemerintahan, untuk mendiskusikan apa saja pendapat mereka soal negara, soal diri sendiri, dan berbagai persoalan. Silakan deh. ***

Karena media dan wartawan diberi kebebasan penuh, sebagai penyeimbangnya, media harus taat pada beberapa hal. Media wajib memberikan hak jawab, media wajib memberikan hak koreksi kepada masyarakat kalau beritanya salah. Media wajib mencantumkan nama dan alamat perusahaannya agar mudah dikontak masyarakat, khususnya bagi mereka yang merasa dirugikan atas pemberitaan. Ada pidana, apabila melanggar pasal-pasal dalam Undang-Undang Pers ini.

Di samping itu wartawan harus taat pada Kode Etik Jurnalistik. Ada banyak pasal, tetapi paling penting ada beberapa hal. Pertama, berita yang dibuat tidak beritikad buruk, artinya tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain. Kedua, berita harus akurat, yang didefinisikan sebagai dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. Lalu, berita harus berimbang yakni semua pihak mendapat kesempatan setara. Berikut, menguji informasi yakni melakukan cek dan ricek tentang kebenaran informasi. Kemudian, tidak beropini menghakimi. Dan wartawan menjunjung asas praduga tak bersalah.

Ada lagi misalnya yang tidak kalah penting, wartawan tidak  membuat berita bohong (sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi).  Tidak membuat berita fitnah (tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk).

Halaman:

Editor: Badrudin

Tags

Terkini

Kampus dalam Perlindungan Permendikbud 30 2021

Senin, 13 Desember 2021 | 13:45 WIB

Ekspresi Kegembiraan Sepak Bola Presiden Jokowi

Minggu, 3 Oktober 2021 | 13:19 WIB

Soal Pengaduan ke Dewan Pers

Kamis, 9 September 2021 | 15:54 WIB

Reign of Fear: Cara Orang Bodoh Memimpin Negara

Sabtu, 4 September 2021 | 15:26 WIB

Refleksi Kebangsaan di Hari Kemerdekaan

Selasa, 17 Agustus 2021 | 21:13 WIB

Lucu-lucuan dalam Getir PPKM

Senin, 19 Juli 2021 | 11:30 WIB

Informasi Jernih Dalam “Perang Posting”

Selasa, 6 Juli 2021 | 16:41 WIB

Menanti Keputusan dari (Bukan) Tuhan

Selasa, 1 Juni 2021 | 15:52 WIB

“Iman” Sepak Bola Pep Guardiola

Sabtu, 29 Mei 2021 | 19:09 WIB

Semesta Mathla'ul Anwar

Sabtu, 29 Mei 2021 | 13:20 WIB

Merawat Iman Pasca Ramadan

Senin, 24 Mei 2021 | 15:14 WIB
X