• Kamis, 27 Januari 2022

Dalam Refleksi 2 Tahun Tsunami Selat Sunda, F-PTK Banten Resmi Terbentuk

- Minggu, 27 Desember 2020 | 19:43 WIB
IMG-20201227-WA0031
IMG-20201227-WA0031

FAJARBANTEN.COM - Kepengurusan Forum Pelestari Terumbu Karang (F-PTK) Banten, masa bakti 2020-2025 resmi terbentuk, bersamaan dengan acara Refleksi 2 tahun Tsunami Selat Sunda yang dilaksanakan di Rest Area Cipenyu, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang pada Minggu (27/12/2020).

Selain pembentukan dan pengukuhan para pengurus F-PTK Banten Periode 2020-2025, sejumlah rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan pesisir dan laut, penyerahan bantuan rak laba-laba untuk media tanam karang laun, penanaman pohon Butun, serta pemberian bantuan sembako bagi para eks korban Tsunami 2018 lalu pun, masuk pada rangkaian kegiatan Refleksi 2 Tahun Tsunami.

Sebuah kegiatan yang mengusung tema "Masyarakat Banten Tangguh Bencana” itu pun, melibatkan puluhan organisasi, mulai dari Perkumpulan Boedak Saung, Mathlaul Anwar Care, KAIPKA UK, AL Jagur, VES Community BK, Ngaprak Banten, UNMA Banten, Laz Harfa, IOF, Fosal Sumur, Rumah Zakat, Basarnas Banten, dan beberapa organisasi lainnya, yang juga bersepakat menerbitkan "Piagam Selat Sunda" dengan Lima Gerakan Membangun (Gerbang) Tangguh.

Koordinator F-PTK Banten, Nurwata Wiguna mengatakan, dengan adanya forum yang merupakan gabungan beberapa lembaga yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas. Karena untuk menuntaskan masalah lingkungan diperlukannya kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Di sini banyak berbagai organisasi yang masuk. Ada yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, ada kelingkungannya. Nah nanti satu visi dan misi yang akan dijadikan ke dalam satu tujuan,” ucap NurwataNurwata disela-sela kegiatan tersebut.

Dikatakannya, ada beberapa program jangka pendek dan jangka panjang, yang semua dirangkum dalam lima aksi tangguh.

“Yaitu gerakan membangun ketangguhan keluarga dan masyarakat, membangun ketangguhan pangan lokal, membangun ketangguhan ekosistem darat, pesisir dan laut, membangun ketangguhan institusi atau kelembagaan, dan embangun ketangguhan supra dan infrastruktur kebencanaan,” bebernya.

Dia menjelaskan, komitmen F-PTK dalam merehabilitasi ekosistem laut pascatsunami 2018, sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Hal itu ditandai dengan Gerakan Rehabilitasi Terumbu Karang (GRTK) yang dilakukan di Pulau Badul dan Liwungan.

“Sebelumnya sudah dilakukan penanaman terumbu karang di Kecamatan Sumur, Pulau Liwungan dan beberapa perairan. Karena, saat ini hanya beberapa saja yang peduli terhadap keberlangsungan terumbu karang. Padahal, saat ini membutuhkan perhatian khusus,” tandasnya.

Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, Mardiana Tirtalaksana menyatakan, bergabungnya di F-PTK semata-mata karena visi-misi yang sama.

“InsyaAllah, kedepan kita akan sama-sama berkontribusi, khususnya untuk ekosistem laut dan lingkungan. Karena Banten, khususnya Pandeglang merupakan daerah rawan bencana yang memiliki bentangan pantai yang cukup panjang. Ini butuh perhatian bersama,” pungkasnya. (Daday)

Editor: Administrator

Terkini

Bupati Zaki Rapat Dengan Pengusaha Hiburan/Pariwisata

Senin, 21 Desember 2020 | 14:08 WIB

Forum Pariwisata Global Gelar Tours Conference Hybrid

Jumat, 27 November 2020 | 09:18 WIB

Masa PSBB, Pol PP Lebak Sidak Ke Tempat Wisata

Kamis, 29 Oktober 2020 | 18:13 WIB

Obyek Wisata Kabupaten Lebak Sepi Peminat

Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB

Saat Liburan Panjang Lokasi Wisata di Lebak Ditutup

Minggu, 25 Oktober 2020 | 16:56 WIB

Walikota Cilegon Resmikan Hotel Swiss Belexpress

Jumat, 23 Oktober 2020 | 19:31 WIB

SDN Trondol Perpanjang Belajar Di Rumah

Sabtu, 25 Juli 2020 | 14:32 WIB

Pantai Bagedur Tawarkan Kenyamanan Libur Nataru

Kamis, 26 Desember 2019 | 11:04 WIB
X