• Kamis, 27 Januari 2022

100% Lulus Ukom Ners 2021 Kemendikbud, Fakultas Keperawatan UPH Capai Tingkat Kelulusan Tertinggi

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:51 WIB
Mahasiswa Keperawatan UPH mengikuti uji kompetensi yang diadakan oleh Kemendikbud. (Yogi)
Mahasiswa Keperawatan UPH mengikuti uji kompetensi yang diadakan oleh Kemendikbud. (Yogi)

fajarbanten.com - Fakultas Keperawatan atau yang biasa disebut Faculty of Nursing (FON) Universitas Pelita Harapan (UPH) meraih pencapaian tertinggi dalam tingkat kelulusan mahasiswa pada Uji Kompetensi (UKOM) Ners Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diumumkan pada 1 Oktober 2021.

Sebanyak 432 mahasiswa FON yang mengikuti ujian ini berhasil dinyatakan ‘Kompeten’ dengan persentase kelulusan 100%. 

Dekan FON UPH, Grace Solely Hougthy merasa bangga atas pencapaian ini karena UKOM adalah suatu ujian nasional yang disusun oleh Kemendikbud untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai standar profesi perawat sekaligus menjadi syarat wajib untuk dapat bekerja di pelayanan kesehatan.

“Ini adalah pencapaian luar biasa yang ditunjukkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Ners. Banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam tahun pandemi ini, dimana secara bersamaan FON juga harus siap sedia membantu melayani di Rumah Sakit Siloam Group," ungkapnya.

"Banyak perubahan yang harus diadaptasikan oleh institusi pendidikan dan mahasiswa terkait dengan proses pembelajaran. Mahasiswa sangat fleksibel dan menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan proses pembelajaran dengan baik,” ungkap Grace kepada fajarbanten, Rabu 6 Oktober 2021.


Selama persiapan UKOM, mahasiswa FON UPH dibimbing dengan mengutamakan latihan soal atau try out guna melihat perkembangan nilai mahasiswa secara kognitif dan kesiapan dalam mengikuti ujian.

Menurut Marisa Junianti Manik selaku Kepala Program Profesi Ners, persiapan lainnya adalah mengadakan workshop untuk memberikan tips dan trik menjawab soal dengan menggunakan critical thinking, rasional, dan menetapkan prioritas dalam menjawab soal, termasuk juga cara mengakses aplikasi mobile dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) yang memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk melakukan latihan soal setiap saat. 

“Kami sudah mempersiapkan mahasiswa sejak mereka masuk program Akademik Sarjana dan Profesi Ners. Selama program Ners berjalan kurang lebih 1 tahun, kami memberikan latihan ujian dalam bentuk studi kasus setiap stase profesi," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendaftarkan dalam suatu aplikasi latihan uji kompetensi dari AIPNI yang dikenal dengan ‘siNERSI’ yang bisa diakses menggunakan gadget.

Selama 4 bulan penuh sebelum jadwal UKOM, ia bersama tim dosen memantau proses pembelajaran dalam aplikasi ini, dan dengan tekun dan sabar mengingatkan mahasiswa untuk belajar.

Halaman:

Editor: Rahman Malik

Tags

Terkini

Rektor Baru Dilantik, Ini Harapan Plt Presiden UNBAJA

Senin, 1 November 2021 | 18:40 WIB

Rektor UNBAJA Dilantik

Senin, 1 November 2021 | 18:31 WIB

PTM Terbatas SD dan Vaksinasi Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Pemuda Lebak Peduli Gelar Safari Literasi

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:17 WIB

STAISMAN Pandeglang Gelar Diseminasi PPL

Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:47 WIB
X