• Jumat, 2 Desember 2022

Sering Terabaikan, Padahal Terumbu Karang Merupakan Pilar Utama Pelindung Daratan

- Rabu, 11 November 2020 | 08:54 WIB
b8dccd20-2f9b-44dd-bebf-d4a37c277d88
b8dccd20-2f9b-44dd-bebf-d4a37c277d88

FAJARBANTEN.COM - Keberadaan terumbu karang saat ini dinilai mulai terabaikan. Terlihat dari populasinya yang kian tergerus dan tak terurus. Padahal, terumbu karang memiliki peran penting dalam keberlangsungan ekosistem laut.

Pelaksana Koordinasi Urusan Pendayagunaan dan Pelestarian (Loka PSPL) Serang, Zaid Abdur Rahman menjelaskan, masyarakat kurang peduli dengan kehidupan terumbu karang. Padahal, biota jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa itu juga menghasilkan oksigen.

"Dipahami atau tidak, terumbu karang itu menghasilkan oksigen, sama dengan tumbuhan," katanya usai mengikuti Gerakan Rebilitasi Terumbu Karang Tahap II besutan Forum Pelestari Terumbu Karang (F-PTK) Banten di Pulau Liwungan, Pandeglang, Selasa (10/11/2020).

Dia menjelaskan, selain menghasilkan oksigen, terumbu karang juga menjadi garda terdepan bagi pelindung daratan sebelum padang lamun dan mangrove ketika diterjang ombak besar.

"Secara ekologi, terumbu karang sebagai tempat makan ikan, berkumpulnya ikan. Sedangkan secara fisik, dia menjadi penahan ombak terdepan sebelum padang lamun dan mangrove sehingga mereka menjadi pelindung bagi daratan," bebernya.

"Selain itu dia menghasilkan fungsi ekonomi, karena bisa dijual dan menjadi daya tarik bagi wisatawan," sambung dia.

Adapun kondisi terumbu karang di perairan laut Pandeglang, diakuinya terus mengalami kerusakan. Kini rata-rata kerusakan terumbu karang mencapai 60 persen.

"Kerusakan terumbu karang rata-rata 60 persen dari tutupannya. Kerusakannya akibat tsunami (Selat Sunda), lalu yang paling besar karena pengaruh perubahan iklim," sebutnya.

Oleh karenanya Zaid mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Mengingat upaya pelestarian terumbu karang tidak cukup dilakukan oleh pemerintah semata.

"Dengan adanya forum ini kami nilai sangat membantu untuk melestarikan terumbu karang. Dan sebagai daerah maratim, harusnya kedepan pembangunan mengedepankan laut sebagai beranda rumah, bukan lagi memunggungi laut," tutup Zaid.

Koordinator F-PTK Banten, Nurwarta Wiguna membenarkan kondisi terumbu karang yang mengalami kerusakan. Apalagi pasca-tsunami Selat Sunda 2018 lalu, terumbu karang di Pulau Badul hampir rusak diseluruh bagiannya.

"Di Pulau Badul terumbu karangnya bahkan hampir rusak semuanya karena kena gelombang tsunami. Dan di sini (Pulau Liwungan) juga mulai rusak diantaranya akibat nelayan yang buang jangkar," ucapnya.

Nurwata menjelaskan, rehabilitasi tersebut tidak sebatas ini saja. Dia memastikan gerakan tersebut akan dilakulan secara berkelanjutan. Mengingat kawasan terumbu karang di Pandeglang terbilang luas, namun minim perhatian.

"Bahkan kami sudah menyusun roadmap selama lima tahun kedepan. Agar GRTK berjalan secara berkelanjutan atau sustainable. Jangka pendeknya adalah, dengan merealisasikan seribu bibit terumbu karang hingga 2021 mendatang," katanya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP Hamam Wahyudi menyambut baik gerakan tersebut. Dia yang ikut menyelam dan menanam terumbu karang, mengakui bahwa kondisi terumbu karang disekitar Pulau Liwungan, mulai terkikis disejumlah titik.

"Di Pulau Liwungan sendiri memang sudah banyak terumbu karang yang sudah rusak. Mungkin karena cuaca, kondisi air, aktivitas masyarakat dan lain sebagainya," katanya.

Oleh karena itu dia berharap, kegiatan serupa bisa terus dilakukan oleh pihak manapun demi menjaga ekosistem laut.

"Kami akan tetap mendukung dan mengawal kegiatan ini sepanjang kegiatan ini memberi manfaat besar bagi lingkungan," tegasnya. (Daday)

Editor: Administrator

Terkini

Asyiikkk, Sudah Divaksin Gratis Dapat Bingkisan Pula

Senin, 27 September 2021 | 13:53 WIB

Liburan di Anyer Tidak Perlu Rapid Test

Selasa, 29 Desember 2020 | 21:09 WIB

Solusi Mencerahkan Wajah

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:08 WIB

Wisata Pantai di Baksel Jadi Primadona

Jumat, 7 Juni 2019 | 06:53 WIB

Cahaya Aceh Mempesona di Negeri Majapahit

Sabtu, 4 Mei 2019 | 21:27 WIB

Danau Biru Cigaru Jadi Destinasi Wisata Banten

Senin, 8 April 2019 | 20:40 WIB

Semangat Anyer Bangkit dari Titik Nol

Minggu, 17 Februari 2019 | 18:19 WIB

GS. Ashok Kumar : Recovery Instant Pasca Tsunami

Rabu, 26 Desember 2018 | 12:07 WIB
X